信じることが全て !

Kantor Pos a.k.a Yubinkyoku

Posted by: OP on: September 8, 2007

Apa kabar Kantor Pos? Makin hari rasanya makin jauh dari jangkauan kita. Maklum, kecanggihan teknologi membuat tangan kita enggan berlama-lama menulis surat. Orang lebih memilih SMS yang mudah, murah dan cepat. Begitu dikirim saat itu juga sampai. Kalau via pos, tahu sendiri kan jawabannya? Tapi bukan berarti teknologi sepenuhnya menjadi penyebab melambatnya jasa pos. Boleh jadi faktornya berasal dari dalam kantor pos itu sendiri. Misalnya lemahnya pelayanan yang diberikan. Meski begitu, sebagian orang masih setia menggunakan jasa pos untuk mengirim kabar sekaligus barang kepada saudara di kampung. Atau jasa kantor pos tetap saja dipakai sebagai media melamar pekerjaan, dan mengirim dokumen-dokumen penting lainnya ke seluruh Indonesia. Meski berkurang, toh jasa pos Indonesia mampu bertahan bersaing ketat dengan SMS dan jasa pengiriman yang dikelola swasta.Lalu bagaimana dengan jasa pos di negara semaju Jepang? Apakah keberadaan kantor pos di sana masih tangguh mengingat gempuran teknologi terus terjadi setiap hari, baik dari ponsel, internet, dll? Inilah jawabannya. Semoga semua bisa mengambil hikmahnya. Tak hanya para pegawai pos saja, termasuk bagi masyarakat yang mulai melupakan pos akibat dahsyatnya teknologi komunikasi. Mari kita belajar dari sini.

  1. Jam 08.00 – 10.00 pak pos di Jepang memilah-milah surat yang bakal di antar hari itu juga. Jam 10.00 – 12.00 atau dalam waktu dua jam saja, sebanyak 700 surat berhasil mereka antar. Jam 12.00 – 13.00 istirahat makan siang. Selanjutnya mereka melakukan pekerjaan lain termasuk mengurus premi asuransi, tabungan dan lain-lain.
  2. Hanya dalam waktu dua jam saja, 700 surat bisa diantar. Rahasianya, karena sejak tahun 1962 Jepang telah menerapkan UU standarisasi alamat secara nasional. Jadi saat mengantarkan surat, pak pos jarang tersesat. Ini berbeda dengan negara kita, dalam sehari pak pos kita rata-rata mampu mengirim 200 surat saja. Kenapa? Karena pak pos kita sering tersesat mencari alamat si penerima. Maklumlah, di Indonesia belum ada UU yang mengatur tentang alamat. Jadi wajar bila banyak surat yang kurang jelas tujuannya, nomer rumahnya, RT/RW-nya, juga kode posnya. Apalagi banyak alamat baru hasil rekaan si pengirim yang dibuat berdasarkan pengamatan. Di tambah lagi, pak posnya senantiasa terjebak kemacetan di jalan. Jadi yang namanya masalah itu kompleks.
  3. Meski dikenal sebagai negara berteknologi tinggi, orang-orang Jepang patuh pada tradisi. Setiap tahun baru, budaya mengirim kartu ucapan tetap mereka lakukan hingga sekarang. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga, teman, sahabat, dan atasan. Tiap orang kadang mengirim hingga 61 lembar kartu. Bila ada 1 juta orang yang mengirim kartu pada momen tahun baru, berapa milyar kartu yang harus dikirim pak pos? Puyeng gak ya? Enggak dong, kan sudah ada penerapan alamat baku nasional.
  4. Saking banyaknya kartu yang harus ditangani, tiap moment tahun baru kantor pos Jepang selalu membuka lowongan pekerja paruh waktu. Kerjanya relatif ringan dan tidak memerlukan keahlian khusus. Karenanya, semua orang dari SMU sampai setengah abad bisa melakukannya. Meski hanya kerja paruh waktu, pekerja dianggap sebagai pegawai negeri Jepang. Makanya, pekerja paruh waktu tetap dituntut untuk menjaga nama baik kantor pos Jepang.
  5. Kantor pos kecil buka dari Senin sampai Jum’at. Kantor pos besar buka hingga akhir pekan sampai jam tujuh malam. Rata-rata kantor pos di sana menerima pembayaran dengan ATM.

2 Responses to "Kantor Pos a.k.a Yubinkyoku"

SAYA INGIN SEKALI MERASAKAN SEBUAH PENGALAMAM HIDUP DI JEPANG. MEMANG SIH ADA BANYAK BEASISIWA YANG BISA MEWUJUDKAN HAL ITU, TAPI MENGINGAT SEDIKITMYA KEMAMPUAN BERBAHASA JEPANG SAYA. MAKA, TAK YAKIN RASANYA DAPAT MEWUJUDKAN HAL ITU. JADI, SEMISAL SAYA BERANGKAT KESANA SENDIRI. TERSEDIAKAH BAMYAK KERJA SAMPINGAN YANG DAPAT MENCUKUPI KEBUTUHAN SEHARI-HARI?

Mahasiswa indo kalo lancar ngomong Jepang insya allah gak susah nyari arubaito (part-time job). Tapi kalopun gak lancar biasanya di kampus2 suka ada info tentang baito. Atau ada juga agen penyalur baito buat mahasiswa asing.
Kerjaannya bervariasi ada yang di restoran, pabrik, pelelangan ikan, stasiun KA, dll…
(Thx Bonk)

Leave a Reply

"Without words, without writing and without books there would be no history, there could be no concept of humanity." Photobucket Page copy protected against web site content infringement by Copyscape Free PageRank Checker Opie Pippo Rank

VISITORS

  • 46,581 persons

BLOGWALKERS ?

counter Add to Technorati Favorites

YOUR IDENTITY :

IP

ARCHIEVES

YOUR COMMENTS

subhan... on RAHASIA SURAT YASSIN AYAT KE…
joko on RESEP TAKOYAKI
yuki adistyawatika on Fenomena Halo
malla bien on Jensen Ackles
b4nch4 on Taman Bacaan
MasterChef on RESEP TAKOYAKI
lestari on TETRALOGI KLAN OTORI

MY PERSONALITY TEST RESULT :

Click to view my Personality Profile page

THANK 4 COMING !

MY PHOTOS.....

ruangan-koe

O&G

opieganjar

dear Libz, tells ur daddy... mommy miss him so much !

w/ MyLuv @Nasi Bancakan.... difotoin ama kang Tyonaruse

op&adien

hasya

with STIN

My M8 Futsal Team

More Photos

Mba Vina – Korea

random snippets of a colorful life

BANNER

Batagor BlogFam Community Smoke Free! a href="http://1000buku.dagdigdug.com/faq"> dukung persib GolonganDarah.Net Warga iLoveBandung