Posted by: OP on: September 8, 2007

![]()
Banyak banget mahasiswa Indonesia, apalagi dari Bandung yang tinggal di kota ini (pada ikutan programnya Bu Tini ya ? hehehe). Temen-temen gw juga banyak yang tinggal di sini. Dulu Robby & Vedy juga kuliah di Shizuoka Sangyou University. Robby ngambil Humas, kalau Vedy Management. Trus Romli ngambil Sekolah Pariwisata di Atami (deket pantai) masih di Prefektur Shizuoka juga. Bulan Juli bulan festival, inilah yang terjadi di Shizuoka. Sebuah kota indah dimana Fujiyama berada, sebulan penuh masyarakat disana terlibat dalam beragam festival. Mulai dari festival kembang api, genderang, balap bak mandi, dan parade mobil hias. Semuanya asyik dan menghibur.
Dari pusat Jepang, Shizuoka berada di tenggara dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik, atau berada diantara Tokyo dan Osaka. Letak geografis ini sangat menguntungkan, baik dari segi ekonomi, budaya dan kehidupan sosial. Ditambah lagi Shizuoka dikaruniai keindahan alam berupa gunung Fujiyama, sungai-sungai berair jernih, danau, sumber air panas dan laut.Hawa sejuk bersumber dari gunung Fujiyama memberi kesan, kalau penduduk Shizuoka itu hidup santai dan ramah. Tapi siapa sangka, ternyata mereka menyimpan dinamika. Terbukti ratusan jenis festival budaya dan seni digelar sepanjang tahun. Khusus bulan Juli adalah bulan tersibuk masyarakat Shizuoka. Sebab di bulan ke tujuh ini mereka tengah menikmati liburan musim panas. Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara, datang berlibur khusus menyaksikan beragam festival di Shizuoka. Festival itu diantaranya :
MATSUKAWA WOODEN BASIN RACE & GENJI AYAME MATSURI à Sebuah festival lucu digelar pada minggu pertama Juli. Matsukawa Wooden Basin Race merupakan balap bak mandi di sungai Matsukawa. Meski hanya balap bak mandi, festival ini sudah digelar sejak tahun 1956. Sebagai ajang bersenang-senang selama musim panas sekaligus untuk mengundang turis. Peserta festival dari segala umur, mengendarai bak mandi sepanjang 1 meter dan berdiameter 30 sentimeter, memakai dayung dari gayung besar menempuh jarak satu kilometer. Yang menang akan mendapat trophy.Bersamaan dengan Matsukawa Wooden Basin Race berlangsung pula Genji Ayame Matsuri di area Izu-no-kuni. Yaitu parade kendaraan hias, lengkap dengan prajurit, geisha, dan Mikoshi atau miniatur kuil. Konon festival ini digelar untuk menghibur dan memberi semangat pada rakyat setempat terutama Ayame, seorang pemuda Izu-nagaone yang menderita akibat jatuh cinta pada Minamoto-no-Yorimasa 800 tahun silam.
FESTIVAL KEMBANG API à Sejak pekan pertama hingga terakhir Juli, cahaya kembang api senantiasa menghiasi malam prefektur Shizuoka. Terutama di Atami, Abekawa, Kanzanji, dan Arai. Khusus di Abekawa, pertunjukan kembang api berpusat di jembatan Abekawa pada sabtu terakhir Juli. Lebih dari 10.000 kembang api biasa dan 50 jenis kembang api berwarna, melesat ke udara menerangi langit Abekawa. Sementara di jalan Aoba, festival Fuji atau Fuji Matsuri berlangsung pada minggu terakhir Juli. Semua lapisan masyarakat membaur di festival ini, anak-anak, muda, tua berkumpul menyaksikan pertunjukan kembang api. Juga parade musik yang menceritakan Puteri Kaguy, yaitu kisah berbasis sejarah kondang Taketori Monogatari.Di Ito city, dari tanggal 29-31 Juli ada Ito Onsen Yume Hanabi (dream fireworks).
Festival kembang api ini menyedot perhatian wisatawan. Bayangkan, selama tiga malam berturut-turut, 7500 kembang api berukuran kecil hingga jumbo, melayang, meledak dan memancarkan cahaya menerangi tepian pantai Ito. Sungguh indah!
HOSOE SHRINE GION MATSURI à Sabtu dan minggu ketiga Juli, sebuah festival peninggalan periode Edo digelar. Festival ini mencerminkan semangat kebersamaan rakyat Hosoe dan kesucian kuilnya. Saat festival, rakyat Hosoe berjalan kaki membawa lentera turun gunung, lalu naik perahu menyusuri sungai Miyakoda dan mengarungi danau Hamana. Mereka juga bernyanyi sembari diiringi seruling dan drum khas Jepang.
ATAMI KOGASHI MATSURI à Sama halnya dengan Genji Ayame Matsuri, festival Atami Kogashi menampilkan kendaraan hias dan parade kayu ukir di pertengahan Juli. Yang membedakan, parade ini menjadi lebih menarik karena rutenya menyusuri jalan di sepanjang pantai Atami.
FUJIYAMA DRUMS FESTIVAL à Gaung genderang terdengar dari kota Gotemba setiap hari minggu terakhir di bulan Juli. Maklum, sejumlah tim lokal dan semua pemain genderang terbaik asal Jepang berkumpul mengikuti Fujiyama Drum Festival. Pagelaran ini berlangsung di atas panggung besar, persis berada di climbing point Gotembaguchi. Tak heran bila saat festival, banyak orang berujar kalau Fujiyama benar-benar mengaungkan suara genderang.Itu tadi sederet festival yang digelar sepanjang Juli. Sebenarnya Shizuoka masih menyimpan puluhan festival pada bulan-bulan lain. Meski begitu, bukan berarti pesona Shizuoka hanya berasal dari festival. Istana Sunpu dari masa Shogun Tokugawa Lesayu, museum dan reruntuhan bangunan dari jaman batu, juga menarik dikunjungi.Sedangkan di bagian barat prefektur Shizuoka, ada kota Hamamatsu dan Kanzan-ji yang memiliki pemandian air panas alami. Tempat ini menjadi lokasi favorit para artis kenamaan Jepang untuk menikmati liburan, berendam air panas dan menikmati sejuknya hawa Fujiyama. Terutama di bulan Mei, ribuan orang bak pendukung sepak bola berbondong-bondong datang ke pesisir Nakata-jima yang berada pinggir kota. Guna melihat festival layang-layang raksasa.Ada hikmah yang terpentik dari perjalanan ke Shizuoka. Demi lestarinya budaya sekaligus mempertahankan daerahnya sebagai obyek wisata, masyarakat Shizuoka tiada bosannya terlibat dalam berbagai festival. Semangat kebersamaan tak hanya sekedar kata, tapi jelas terlihat pada saat festival berlangsung. Seakan tak percaya, rakyat di negara semaju dan sesibuk Jepang, yang tingkat pendidikannya di atas rata-rata, rela mengisi liburannya dengan hal-hal yang tak berkaitan dengan profesinya. Sedangkan kita? Terlibat dalam perayaan HUT kemerdekaan negara saja, masih saja ogah-ogahan. Betul tidak? (megumi-minori)
March 3, 2009 at 8:25 pm
arigatou gozaimasu…
yoroshiku onegaishimasu…
May 21, 2009 at 2:16 pm
Ehm pengin tau aja, emang ada program apa yah dari bu tini?? kebetulan say juga sangat tertarik untuk bisa belajar disana.